Nasehat Buat Anak

10/25/2014 12:31:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Sering kali Rasulullah SAW mengingatkan agar kita berbakti kepada orang tua kita. Memulyakan dan mengabdi kepada mereka. Sehingga jika ada anak yang durhaka kepada orang tuanya maka ia adalah orang yang bakal sengsara didunia dan di akhirat. Dan termasuk dosa yang akan di dahulukan hukumannya di dunia sebelum di akhirat adalah dosa durhaka kepada orang tua.

Untuk memupuk benih bakti seorang anak kepada orang tuanya adalah dengan sering-sering kita menghadirkan besarnya makna perjuangan orang tua terhadap anak-anaknya disaat sang anak masih kecil.
Sungguh suatu pengabdian yang tiada tandingya orang tua rela sakit demi anak, tidak nyenyak tidur demi anak dan begitu seterusnya. Perjuangan demi perjuangan beliau jalani, pengabdian demi pengabdian beliau lalui semuanya adalah demi anak.

Akan tetapi kadang seorang anak terbawa dalam kelalaian akan semua yang telah diperjuangkan oleh orang tua. Sehingga ada seorang anak membentak orang tuanya atau bahkan dengan mudah memukul orang tuanya atau menyakiti hati orang tuanya dengan lidah dan tingkah lakunya. Yang ingin melihat manusia celaka di dunia dan di akhirat cukuplah melihat seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya.

Durhaka kepada orang tua kadang teramat halus sehingga tidak dirasakan oleh seorang anak akan tetapi ternyata seorang anak sudah berada pada hakekat kedurhakaan.

Seorang anak yang menghindar dari beban biaya rumah sakit untuk orang tuanya yang di tanggung oleh saudara-saudaranya. Disaat pembayaran biaya rumah sakit pura-pura tidak tahu atau menjauh untuk sementara dari keluaraganya dengan berbagai alasan. Namun sebenarnya hanya ingin menghindar dari beban biaya pengobatan orang tuanya. Sungguh Allah Maha Tahu apa yang ada di hati sang anak durhaka ini. Sadarilah bahwa jika kita sakit seorang tua akan mengorbankan semua yang dimilikinya demi kesehatan kita.

Adalagi seorang yang durhaka dengan memanfaatkan kebaikan orang tua. Orang tuanya memang mencintainya dan berjuang untuknya. Menyekolahkannya hingga sang anak bisa berhasil dan mendapatkan pekerjaan yang nyaman, bersih dengan gaji tinggi. Sementara orang tuanya tetap tidak berubah sebagai seorang petani yang kulitnya disamping semakin hitam terbakar matahari juga semakin berkeriput dimakan usia. Akan tetapi keberhasilan sang anak tidak merubah keadaan orang tuanya. Bahkan mungkin seorang anak dengan tanpa hati nurani telah menjadikan sang ibu babu di rumahnya yang mencuci bajunya dan menyiapkan makan sang anak. Sungguh ini adalah anak durhaka yang susah bertaubat sebab ia tidak sadar jika yang demikian itu adalah durhaka.

Adalagi durhaka yang tidak dirasakan oleh seorang anak. Yaitu dikala orang tua yang sudah keriput itu tidak lagi dianggap nyaman keberadaanya di meja makan bersama. Maka seorang tua pun di buatkan meja kecil di ruang yang agak terpisah agar tidak menggangu. Dan hanya orang durhaka-lah yang menganggap orang tuanya mengganggu.
Cukuplah orang tua kita capek di saat kita masih kecil giliran kita sudah dewasa dan orang tua kita semakin lemah mari kita mulyakan dan kita layani orang tua kita. Mengabdi berangkat dari hati yang tulus karena Allah SWT bukan hanya takut dihujat oleh masyarakatnya. Sebab ada orang mengabdi dan berlemah lembut kepada orang tuanya di depan teman dan tetangganya akan tetapi di saat tidak ada yang melihatnya maka pengabdian dan lemah lembut itupun hilang.

Wallahu a'lam bishshowa

Doa dan Zikir Penguat Ingatan

10/16/2014 11:38:00 AM Posted In Edit This 0 Comments »




Ingatan yang buruk memang menjadi satu keluhan yang banyak menimpa orang. Hal itu terjadi bisa karena faktor usia, nutrisi, atau kesehatan otak. Ingatan yang baik adalah salah satu nikmat Allah swt. Siapapun orangnya, lebih-lebih para pencari ilmu, ingatan yang baik akan banyak membantunya dalam mendapatkan ilmu.

Sayyid Zain bin Ibrahim bin Sumaith dalam kitab Manhaj as-Sawi (cetakan Dar al-Fath, Oman, 2008), menuliskan beberapa doa dan zikir yang di-ijazah-kan oleh para ulama, masyayikh, dan orang-orang shalih, yang dapat diamalkan agar mudah mengingat ilmu.

Untuk memenuhi permintaan para sahabat, saya akan sharing sebagian yang ditulis dalam kitab itu, dengan sedikit perubahan redaksi.

Pertama:

Imam as-Suyuthi dalam al-Itqan, menyebutkan bahwa Mughirah bin Subai‘, salah satu sahabat Ibnu Mas‘ud radhiyallahu anhu pernah berkata, ‘Barangsiapa yang membaca 10 ayat dari surat al-Baqarah pada malam hari, maka ia tidak akan lupa dengan hapalan al-Quran, yaitu: 4 ayat permulaannya, Ayat Kursi, 2 ayat sesudah Ayat Kursi, dan 3 ayat terakhir’.

Imam as-Suyuthi menyebutkan atsar ini berdasarkan riwayat Imam ad-Darimi dalam Sunan-nya.

Kedua:

Imam az-Zabidi, seorang ahli hadits yang meringkas kitab Shahih Bukhari, dalam kitab al-Fawa’id, menyebutkan bahwa seorang mufassir yang bernama al-Kalbi pernah berkata kepadanya, ‘Aku punya anak yang sehabis membaca al-Quran, ia lupa lagi dengan bacaannya’. Lalu Imam az-Zabidi berkata, ‘Tuliskan ayat-ayat berikut ini, masukkan ke dalam wadah yang berisi air zamzam, lalu minumkan kepada anakmu, insya Allah anakmu akan mudah menghapal al-Quran. Ayat-ayat itu adalah surat ar-Rahman ayat 1-5, surat al-Qiyamah ayat 16-19, surat al-Buruj ayat 21-22’.

Ketiga:

Sayyid Ali bin Hasan al-Aththas pernah berkata, ‘Jika engkau akan tidur, bacalah surat al-Baqarah ayat 164. Sesungguhnya ayat ini banyak manfaatnya. Salah satunya adalah dapat membantumu untuk menghapal al-Quran, sehingga engkau tidak lupa dengan hapalan yang kau baca. Oleh karena itu, biasakanlah membaca ayat itu ketika engkau akan tidur, baik di waktu tidur malam atau siang’.

Keempat:

Mengulang-ulang membaca surat al-A‘la ayat 1-7, sebagaimana yang dikatakan Sayyid Ali bin Muhammad al-Habsyi.

Kelima:

Setiap hari membaca doa yang diajarkan Rasulullah sebanyak 3 kali, yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ.

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu jiwa yang yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa-cukup dengan pemberian-Mu. (Hadits, riwayat at-Thabrani)

Keenam:

Kata Sayyid Hasan bin Shalih al-Bahr, ‘Untuk memudahkan memahami ilmu, mengamalkannya, dan tidak lupa, maka hendaklah mengulang-ulang doa ini,

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ، وَحِفْظَ الْمُرْسَلِيْنَ، وَإِلْهَامَ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، اَللَّهُمَّ اغْنِنِى بِالْعِلْمِ، وَزَيِّنِّى بِالْحِلْمِ، وَأَكْرِمْنِى بِالتَّقْوَى، وَجَمِّلْنِى بِالْعَافِيَةِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمْيِنَ.

Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu pemahaman para Nabi, ingatan para Rasul, dan ilham para malaikat yang mempunyai kedudukan istimewa. Ya Allah, cukupkan aku dengan ilmu. Hiasi diriku dengan hilmu (kesantunan dan kelembutan). Muliakan aku dengan takwa. Baguskan diriku dengan afiat (kesehatan). Duhai, yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

Demikian. Mudah-mudahan bermanfaat.

Pesan Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan

10/16/2014 11:32:00 AM Posted In Edit This 0 Comments »

Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan , Ketua Jam'iyyah Ahlut Tariqah Al- Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMN), organisasi di bawah NU yang mengkoordinasi jemaah tarekat Mu'tabarah.

Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya ALLAH, di dalam agama, 
dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini.

Pegang teguh teladan salaf shalihin Baik itu thariqah-nya, akhlaknya, amal salehnya. Pegang teguh dan kuat mantap, walaupun kamu sampai sulit dan kere (sangat miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho-Nya.
Jadikanlah keimanan sebagai Imam bukan akal yang menjadi ujung tombaknya. Hati-hati di akhir jaman ini, akan dan sudah banyak muncul paham dan orang-orang yang lebih mengedepankan akal-rasio-logika dibandingkan imannya. Seharusnya Iman menjadi imamnya, akal & logika menjadi makmumnya, mengikuti iman.

Tinggalkan pendapat orang-orang yang mengedapankan akalnya dibanding imannya. Percuma dan sia-sia waktumu jika menanggapi orang-orang yang demikian, kamu akan rugi dunia akhirat. Karena bagaimana mungkin akal manusia bisa menerima seluruh kebesaran khazanah kerajaan Allah SWT, hanya keimanan yang dapat menerima kebesaran Allah SWT.

Ziarah shalihin. Baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup, dan kuatkan tali ikatan silaturahim. Berziarah (mengunjungi) kaum shalihin jangan hanya ketika ada maunya, kalau ada perlunya saja. Hal itu baik tidak terlarang, tetapi kurang kemanfaatannya untuk jangka panjang. Hanya untuk kebutuhan- manfaat sesaat belaka, sungguh sangat disayangkan. Tetapi alangkah baiknya kita berziarah sholihin itu karena mahabbah ilaa mahbub, kecintaan kepada yang dicintai. Kalau hal ini dijalin dengan baik maka ia akan mendapat limpahan madad (pertolongan), sirr asrar (rahasia) dan jaah (essence, intisari) dari ziarahnya. Dan sering silaturahmi itu menimbulkan kecintaan dan keridhoan Allah SWT kepada orang yang menjalin hubungan silaturahmi, sehingga rahmat dan berkah serta maghfirah Allah SWT terlimpah kepadanya. Jauh dari bala’, musibah, penyakit dan diberi kelancaran rezeki. Insya Allah.

PESAN / WJANGAN HABAIB

10/16/2014 11:27:00 AM Posted In Edit This 0 Comments »

Pesan/wasiat Habib Abdulloh bin Abdul Qodir (Yaman): 
  • Pada Hari Qiamat kita akan dikumpulkan di padang mahsyar dimana semua orang susah dan takut akan urusannya masing-masing, sehingga tidak sempat lagi memikirkan keluarga, teman, dan orang-orang yang ada disekitarnya. 
  • Setiap amal kita akan dilaporkan kepada Alloh setiap hari, untuk itu jangan berbuat hal-hal yang tidak diridhoi Alloh. 

Pesan/wasiat Habib Salim bin Umar (Yaman)
  • Sering kali kita membesarkan / mengagungkan orang yang direndahkan Alloh. Tiada keagungan kecuali keagungan Alloh dan RosulNya 
  • Perumpamaan orang yang berlindung pada selain Alloh seperti berlindung pada sarang laba-laba yang lemah 

Pesan/wasiat Habib Jamal bin Toha Baagil : 
Dalam Al Qur’an, makna kalimat “Jahiliyah” dapat dibedakan menjadi 4 macam : 
  • Hukum Jahiliyah Berlakunya hokum-hukum jahiliyah, spt: adanya suap menyuap, pemimpin yang dzolim 
  • Hamiyatal Jahiliyah Percaya dengan dukun/ramalan-ramalan 
  • Dzonnul Jahiliyah Sifat-sifat Jahiliyah, spt: hasud, dengki, iri, sombong, dll 
  • Tabarrujul Jahiliyah Kebudayaan Jahiliyah, spt: campurnya laki-laki dan perempuan, membuka aurot, dll.

Menyambut Kehadiran Sang Buah Hati

10/14/2014 02:50:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »



Penulis: Abu Ukkasyah Darsan Andi

Di antara keutamaan dan kesempurnaan syariat islam ialah memuat segala sesuatu. Termasuk di antaranya adalah penjelasan hukum berkaitan dengan menanti si buah hati serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Dengan demikian para orang tua dapat melaksanakan kewajiban terhadap buah hatinya secara jelas. Alangkah indahnya masyarakat yang mampu melaksanakan syariat Alloh di muka bumi ini dimulai dari keluarganya. Tentu saja untuk merealisasikan hal tersebut kita wajib mengikuti tuntunan yang Alloh gariskan melalui Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

1. Mensyukuri Nikmat Alloh Atas Kehadiran Buah Hati.
Kedua orang tua ketika dianugerahi anak oleh Alloh, hendaklah bersyukur kepada Alloh atas nikmat tak terkira dari-Nya tersebut. Keadaan keluarga yang tidak Alloh karuniai dengan anak tentulah akan terasa kurang sempurna dan sepi. Dalam Al Quran Alloh mengisahkan tentang sepasang suami istri yang berdoa kepada Robbnya tatkala sang istri sedang mengandung.
Alloh berfirman,
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّآ أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ فَلَمَّآ ءَاتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلاَ لَهُ شُرَكَآءَ فِيمَآءَاتَاهُمَا فَتَعَالَى اللهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dialah yang menciptakan kalian dari satu manusia dan menjadikan darinya istrinya, agar dia merasa tentram dengannya. Maka setelah dia mengumpulinya, istrinya mengandung kandungan ringan, terus merasa ringan beberapa waktu. Tatkala dia merasa berat, maka keduanya berdoa kepada Robbnya, seraya berkata: ‘Sesungguhnya jika engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang yang bersyukur.’ Tatkala Alloh memberi anak yang sempurna kepada keduanya, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Alloh terhadap anak yang telah dianugerahkan kepada keduanya. Maha suci Alloh terhadap apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al A’raaf: 189-190)
Ayat tersebut menunjukkan hendaklah orang tua bersyukur kepada Alloh sebagaimana keduanya berdoa kepadaNya takkala bayi tersebut masih dalam kandungan.

2. Memberi Nama Yang Baik.
Orang tua hendaknya memberi nama yang baik untuk buah hatinya. Rosululloh mengajari nama yang paling disukai oleh Alloh. Dalam sebuah hadits Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya nama yang paling disukai Alloh adalah Abdullah dan Abdurrohman.” (HR. Muslim, Abu Dawud). Sering kali terjadi kesalahan pada sebagian orang tua, setelah anak diberi nama yang baik malah dipanggil dengan nama panggilan yang jelek. Contohnya Abdullah dipanggil dul, atau orang tua memberi nama yang diharamkan bahkan termasuk kesyirikan kepada Alloh seperti Abdul Ka’bah, Abdul Rasul dan sejenisnya. Kebiasaan yang seperti ini harus ditinggalkan karena akan memberikan dampak yang tidak baik bagi orang tua maupun anaknya.

3. Aqiqah (Menyembelih Kambing).
Termasuk yang disyariatkan oleh Alloh ketika menyambut buah hati adalah bersyukur kepada Alloh dengan Aqiqah. Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ke tujuh dihitung mulai dari hari kelahiran. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Sebagaimana sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Bayi laki-laki hendaklah diaqiqahi dua ekor kambing sedangkan bayi permpuan satu ekor kambing.” (Shohih. HR. Ahmad dan Tirmidzi). Dalam hadis lain, Samurah bin Jundub menuturkan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh kambing aqiqah disembelih, rambut kepalanya dicukur serta diberi nama.” (Hasan Shohih. HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

4. Mencukur Habis (baca: Menggundul) Rambut Bayi dan Bersedekah.
Disyariatkan pula pada hari ke tujuh dilakukan ibadah-ibadah yang lain seperti:
Mencukur habis rambut kepala dengan tidak melakukan qoza, yaitu mencukur sebagian dan membiarkan sebagian yang lain. Ibnu Umar menceritakan bahwa Rosululloh melarang qoza. (HR. Bukhari). Perlu ada kehati-hatian saat mencukur rambut, karena kulit kepala bayi masih lunak.
Bersedekah untuk orang miskin dengan senilai perak yang seberat rambut bayi. “Cukurlah rambut kepalanya (Al-Hasan) kemudian bersedekahlah dengan perak untuk orang-orang miskin seberat rambut tadi.” (Hasan. HR. Ahmad). Perintah untuk mencukur habis rambut bayi ini berlaku untuk anak laki-laki dan perempuan. Namun yang dirojihkan Syaikh Al Utsaimin, cukur habis ini hanya berlaku untuk bayi laki-laki (Lihat Syarh Mumti’ 7/540)

Demikian sedikit penjelasan tentang kewajiban orang tua ketika menanti buah hatinya. Pengorban yang diberikan oleh kedua orang berupa rasa syukur dengan aqiqah dan bersedekah dengan senilai perak yang seberat rambut sebenarnya tidak sebanding dengan karunia Alloh yang diberikan kepada keduanya. Akan tetapi Alloh ingin menguji siapakah yang bersyukur kepada-Nya dan siapakah yang tidak. Wallohu a’lam bishshowab.

Siasat Iblis dalam Menggoda Manusia

3/15/2014 10:53:00 AM Posted In Edit This 0 Comments »

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW (dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas) ... Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. ” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.” Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.” Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. 
Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu ?” Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa. ” “Siapa yang memaksamu ?” Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata: “Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.” “Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku.
Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.” Orang Yang Dibenci Iblis Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.” “Siapa selanjutnya ?” “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT. ” “lalu siapa lagi?” “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)” “Lalu siapa lagi?” “Orang yang selalu bersuci.”“Siapa lagi?” “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.” “Apa tanda kesabarannya ?” “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.” ” Selanjutnya apa?” “Orang kaya yang bersyukur. ” “Apa tanda kesyukurannya ?” “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya. ” “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?” “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.” “Umar bin Khattab ?” “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. ” “Usman bin Affan ?” “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya. ” “Ali bin Abi Thalib ?” “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu. ” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT) Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?” “Aku merasa panas dingin dan gemetar.” “Kenapa?” “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat. ” “Jika seorang umatku berpuasa?” “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka. ” “Jika ia berhaji?” “Aku seperti orang gila. ” “Jika ia membaca al- Quran?” “Aku merasa melelehlaksana timah diatas api.” “Jika ia bersedekah ?” “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.” “Mengapa bisa begitu?” “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya. ” “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?” “Suara kuda perang di jalan Allah.” “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?” “Taubat orang yang bertaubat. ” “Apa yang dapat membakar hatimu ?” “Istighfar di waktu siang dan malam.” “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?” “Sedekah yang diam – diam.” “Apa yang dapat menusuk matamu ?” “Shalat fajar. ” “Apa yang dapat memukul kepalamu?” “Shalat berjamaah.” “Apa yang paling mengganggumu?” “Majelis para ulama.” “Bagaimana cara makanmu?” “Dengan tangan kiri dan jariku. ” “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?” “Di bawah kuku manusia. ” ManusiaYang Menjadi Teman Iblis Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?” “Pemakan riba. ” “Siapa sahabatmu?” “Pezina.” “Siapa teman tidurmu ?” “Pemabuk.” “Siapa tamumu?” “Pencuri.” “Siapa utusanmu?” “Tukang sihir. ” “Apa yang membuatmu gembira?” “Bersumpah dengan cerai.” “Siapa kekasihmu ?” “Orang yang meninggalkan shalat jumaat” “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?” “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.” Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. ” Iblis segera menimpali: “Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas. ” “Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?” “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. " "Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. " "Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.” Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak- Anaknya “Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.” Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. “Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dankufur. ” Cara Iblis Menggoda “Tahukah kau Muhammad,dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI. Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu ’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah ’ Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku. Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan. Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu. Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?” 10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu ?” “10 macam” “Apa saja?” “Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. ” Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan. ” (QS Al-Isra :64) “Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. ” Allah berfirman, “Orang - orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al- Isra : 27).
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat. ” Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!! Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya. ” Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 - 119) juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku ” (QS Al- Ahzab : 38) Iblis lalu berkata: “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong. ” Sampaikanlah risalah ini kepada saudara- saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan. Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak- setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.

Kisah Lima Perkara Aneh

5/11/2013 12:23:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »
 Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyhur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menuju ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya.”

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, “Aku diperintahkan memakan pertama yang aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan.”
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur ‘Alhamdulillah’.

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan pesan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar lagi. Nabi itu pun menanamkannya lagi sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, “Aku telah melaksanakan perintahmu.” Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa dia sadari mangkuk emas itupun keluar lagi dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, “Wahai Nabi Allah, tolonglah aku.”
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihat keadaan itu, lantas burung elang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.”

Nabi itu teringat pesan dalam mimpinya yang keempat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu. Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi itu meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan dengan bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, “Ya Allah, aku telah melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini.”

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, “Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri membutuhkan. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.”

Saudara-saudaraku, kelima kisah ini hendaklah kita tanamkan dalam diri kita, sebab kelima perkara ini senantiasa berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengghibah hal orang, memang menjadi tabiat seseorang ialah suka mengatai hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, “Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu.” Maka berkata Allah S.W.T., “Ini adalah pahala orang yang mengata-ngatai tentang dirimu.”

Dengan ini haruslah kita sadar bahwa walaupun apa yang kita katakan itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh karena itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.

Cinta Ahlul Bait

3/03/2013 06:04:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »
 
Di hari kedua puluh lima bulan Ramadhan kita membaca:
 اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي فِيهِ مُحِبّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيا لِأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوبِ النَّبِيِّينَ
 Allahummaj’alnii Fiihi Muhibban Liauliyaaika Wa Mu’aadiyan Li A’adaaika Mustannan Bisunnatin Khaatami Anbiyaaika Yaa ‘Aashima Quluubin Nabiyyiina 
 Ya Allah… Jadikanlah aku orang-orang yang mencintai auliya-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah penutup Nabi-Mu. Wahai Penjaga hati para nabi. Dalam doa hari kedua puluh lima bulan Ramadhan ada tiga tema penting; mencintai wali Allah, memusuhi musuh Allah dan mengamalkan Sunnah Nabi.
Doa hari kedua puluh lima ini menekankan cinta kepada Ahul Bait Nabi. Keharusan mencintai Ahlul Bait :
Syarat masuk surga Rasulullah Saw bersabda, “Pada Hari Kiamat manusia tidak akan melangkahkan kakinya hingga ditanya tentang empat hal; …, tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bait.” (Amali Syeikh Mufid, hal353)
Upah Nabi menjalankan risalah Allah Swt berfirman, “… Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan…” (QS. 42: 23)
Cinta Ahlul Bait adalah cinta Rasulullah Rasulullah Saw bersabda, “Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang dianugerahkan kepada kalian. Cintailah aku karena cinta kalian kepada Allah dan cintailah Ahlul Baitku karena cinta kalian kepadaku.” (Sunan Turmudzi, jilid 5, hal 664, hadis 3789)
Cinta Ahlul Bait dasar keimanan Rasulullah Saw bersabda, “Segala sesuatu ada dasarnya dan dasar keislaman adalah kecintaan kepadaku dan Ahlul Baitku.” (Kanz al-Ummal, jilid 12, hal 105, hadis 34206)

Menanamkan cinta kepada Ahlul Bait :

Kebaikan tertinggi Imam Ali as berkata, “Kebaikan tertinggi adalah mencintai kami Ahlul Bait dan keburukan tertinggi adalah membenci kami Ahlul Bait.” (Ghurar al-Hikam, jilid 1, hal 211, hadis 3363)
Pendidikan anak Rasulullah Saw bersabda, “Didiklah anak kalian dengan tiga hal; cinta kepada Nabi, cinta kepada Ahlul Bait dan membaca al-Quran.” (Kanz al-Ummal, jilid 16, hal 456, hadis 45409)
 Ibadah Rasulullah Saw bersabda, “Mencintai Ahlul Bait Nabi dalam sehari lebih baik dari beribadah selama setahun dan barangsiapa yang meninggal karenanya, niscaya dimasukkan ke dalam surga.” (Nur al-Abshar, hal 127. Al-Kafi, jilid 2, hal 46, hadis 3)

Tanda cinta kepada Ahlul Bait :

Cinta dibarengi amal Imam Ali as berkata, “Barangsiapa yang mencintai kami Ahlul Bait, maka hendaknya ia beramal dengan perbuatan kami dan bertakwa kepada Allah.” (Bihar al-Anwar, jilid 1, hal 92)
Cinta kepada pecinta Ahlul Bait Imam Ali as berkata, “Barangsiapa mencintai Allah, ia pasti mencintai Nabi dan barangsiapa yang mencintai Nabi, ia pasti mencintai kami Ahlul Bait dan barangsiapa yang mencintai kami Ahlul Bait, maka ia pasti mencintai Syiah kami.” (Tafsir Furat Kufi, hal 128)
Menyembunyikan cinta di hadapan musuh Imam Ali as berkata, “Kalian jangan memuji kami di hadapan musuh. Jangan juga menyatakan cinta kepada kami di hadapan orang yang tidak layak. Karena mereka tidak dapat menahan diri di hadapan cinta kalian yang berujung pada penghinaan dan gangguan terhadap kalian.” (al-Khishal, jilid 2, hal 628)
Siap menerima ujian Imam Ali as berkata, “Barangsiapa mencintai kami Ahlul Bait, maka hendaknya ia mempersiapkan kemiskinan sebagai pakaiannya.” (Nahjul Balaghah, Shubhi Shaleh, hikmah 112)
Berlepas tangan dari musuh Ahlul Bait Di banyak hadis disebutkan, “Bohong, orang yang mengaku mencintai kami Ahlul Bait, tapi tidak berlepas tangan dari musuh-musuh kami.” (Mustathrafat as-Sarair, hal 640)

Dampak dan berkah cinta Ahlul Bait :

Dikumpulkan bersama Ahlul Bait di Hari Kiamat Imam Ali as berkata, “Barangsiapa yang mencintai kami, maka ia akan bersama kami di Hari Kiamat. Bila ada seseorang yang mencintai batu, maka Allah akan mengumpulkannya bersama batu itu.” (Amali as-Shaduq, hal 209, majelis 37)
Surga tertinggi Imam Ali as berkata, “Ahli surga melihat rumah-rumah Syiah kami seperti manusia melihat bintang-bintang.” (Bihar al-Anwar, jilid 8, hal 148)

 Halangan mencintai Ahlul Bait :

Anak haram Imam Ali as berkata, “Bohong, siapa yang menyangka dirinya anak halal, sementara ia memusuhiku dan memusuhi anak-anak dari keturunanku.” (Amali as-Shaduq, hal 209)

MAKNA SALAFUS- SHALIH

2/21/2012 01:40:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »
MAKNA SALAFUS- SHALIH[1]
Secara etimologis, manhaj berarti jalan yang terang dan jelas, sebagaimana dalam firman Allah SWT :
"لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا"
“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang” (Q.S. Al-Maaidah: 48)
Secara terminologis, manhaj berarti kaidah-kaidah dan norma-norma yang mengontrol setiap usaha pengkajian ilmiah (metode)[2], seperti kaidah bahasa Arab, aqidah, fiqh dan tafsir yang mana ilmu-ilmu ini merupakan materi pengkajian Islam dan dasar-dasarnya.
Pentingnya Manhaj
Manhaj (metode) menjaga keteraturan dan kerapian sebuah ilmu, di samping mengatur pikiran manusia dan pekerjaan akal dengan kaidah-kaidah yang tetap, untuk membantu mencapai kebenaran pada objek yang diteliti.
Syarat kemapanan dan kemajuan sebuah ilmu adalah adanya metode yang benar untuk merangkum berbagai kenyataan dan bagian-bagian yang tercerai berai, dan membuat hubungan di antara semua bagian tersebut. Karena itu, kemajuan dan kemunduran ilmu tergantung kepada metodenya, artinya bila metodenya maju maka majulah ilmu tersebut, dan sebaliknya bila metodenya mundur, maka mundur pula ilmu tersebut.[3]
Pengertian Salaf
Secara etimologis kata "Salaf" memiliki beberapa arti[4], di antaranya: Pertama, meratakan. Darinya diambil kata "mislafah" yang berarti alat untuk meratakan tanah.
Kedua, salah satu bentuk jual beli, di mana pembayaran dilakukan dimuka dan penyerahan barang dilakukan pada waktu yang ditentukan kemudian.
Ketiga, dahulu atau telah berlalu. Dari itu ungkapan "Salaful-Insaan" berarti orang tua dan kerabat seseorang yang telah mendahuluinya meninggal. Jadi, generasi pertama dari para Sahabat dan Tabi’in disebut Salafus-Shalih, dan makna inilah yang umumnya dimaksud ketika disebut kata "Salaf". Dalam hal ini bisa dilihat firman Allah SWT :
قُل لِلَّذِينَ كَفَرُواْ إِن يَنتَهُواْ يُغَفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُواْ فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأَوَّلِينِ
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu, dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu." (Q.S. Al-Anfaal: 38)
Begitu pula perkataan Fir’aun dan kaumnya yang diceritakan oleh Allah SWT dakam firman-Nya:
فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفاً وَمَثَلاً لِلْآخِرِينَ
"Dan kami jadikan mereka sebagai pendahulu dan contoh bagi orang-orang yang datang kemudian." (Q.S. Al-Zukhruuf: 56)
Begitu pula dalam Sunnah, di mana Rasululullah SAW bersabda:
"إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ رَحْمَةَ أُمَّةٍ مِنْ عِبَادِهِ قَبَضَ نَبِيَّهَا قَبْلَهَا فَجَعَلَهُ لَهَا فَرَطًا وَسَلَفًا بَيْنَ يَدَيْهَا"
"Sesungguhnya Allah bila menghendaki rahmat untuk satu umat dari hamba-hamba-Nya, Dia mencabut nyawa nabi mereka, hingga ia menjadi pendahulu bagi mereka."[5]
Di kesempatan lain, Rasulullah r berkata kepada Faathimah:
"وَلَا أُرَانِي إِلَّا قَدْ حَضَرَ أَجَلِي وَإِنَّكِ أَوَّلُ أَهْلِي لُحُوقًا بِي وَنِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ"
"Aku merasa ajalku segera datang, dan sungguh engkau adalah keluargaku yang paling dulu bertemu denganku. Sesungguhnya aku adalah pendahulu yang baik bagimu."[6]
Makna Salaf Secara Termonologis
Yang dimaksud dengan Salaf adalah para Sahabat Rasulullah y dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik (Tabi’in) serta pengikutnya (Tabi’ut Tab’in), juga para ulama Islam yang memiliki keilmuan dan kedudukan tinggi dalam agama serta diterima oleh umat secara aklamasi, diterima oleh kaum Muslimin dari generasi ke generasi.[7]
Tidak termasuk ke dalam kategori ini orang-orang yang dituduh melakukan bid’ah atau dijuluki dengan julukan yang tidak baik, seperti: Khawarij, Rafidhah, Qadariyyah, Murjiah, Asy’ariyyah, Mu’tazilah, Jahmiyah, dan sejenisnya.[8]
Rasulullah r bersabda:
"خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ"
"Manusia yang paling baik adalah generasi (yang hidup bersama)ku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya."[9]
Mungkin pula istilah Salaf ditujukan kepada setiap orang yang menermpuh jalan tiga generasi di atas dan mengikuti manhaj mereka.[10]Hal mana sesuai dengan sabda Rasulullah r:
"لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ"
"Akan tetap ada satu kelompok dari umatku yang berada di atas kebenaran, mereka tidak akan dicelakakan oleh orang yang mencelakakan mereka, sampai datang urusan Allah dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu."[11]
Apa yang Dimaksud dengan Salafiyyah?
Salafiyyah adalah manhaj (metode) yang dipegang dan ditempuh oleh Salaf dalam berakidah, bermu’malah, berhukum, mendidik, berdakwah dan membersihkan jiwa.
Manhaj ini dalam menerima, memahami, mengamalkan dan mendakwahkan agama, adalah yang dimaksud dalam firman Allah :
وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ
"Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil." (Q.S. Al-A’raaf:181).
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utasimin berkata: "Salafiyyah adalah mengikuti manhaj Nabi r dan para Sahabatnya, karena mereka adalah Salaf (pendahulu) yang telah mendahului kita. Maka mengikuti mereka disebut Salafiyyah."[12]
Siapakah yang Disebut Salafi
Salafi adalah setiap orang yang mengikuti manhaj Salaf[13], dalam akidah, syari’at, akhlak dan dakwahnya.
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz berkata: "Salaf adalah orang-orang pada tiga kurun utama, maka orang yang berjalan di atas manhaj mereka disebut Salafi, dan yang menyelisihi mereka termasuk golongan Khalaf." [14]
________________________________________
[1] Makalah ini merupakan terjemahan bebas dari kitab al-Mukhtashar al-Hatsîts, karya Syaikh ‘Îsâ Mâlullâh Faraj, (Kuwait: Gheras, 1428 H), hal. 15-17.
[2] . Inilah arti yang dimaksud dalam pembahasan ini. Lihat Manhajul-Bahts al-’Ilmi ‘indal- ‘Arab, Jalab Musa, hal. 271
[3] . Manhajul-Istidlaal, ‘Utsman ‘Ali Hasan: I/.
[4] . Di antara arti kata "Salaf": pinjaman, leher, licin.
[5] . Shahih Muslim, no 2288.
[6] . Musnad Ahmad: VI/282, Shahih Muslim, no. 2450.
[7] . Makna ini yang dimaksud dalam pembahasan buku ini.
[8] . Lawaami’ al-Anwaar: I/20. Mereka ini adalah Salaf secara histories dan merupakan makna Salaf secara khusus.
[9] . Musnad Ahmad, no 3594, Shahih Bukhari, no. 60650 dan Shahih Muslim, no 2533.
[10] . Mereka ini adalah kaum Salaf secara teoritis dan praktis dan merupakan makna Salaf secara umum.
[11] . Musnad Ahmad, no 20377, Shahih Bukhari, no. 3442 dan Shahih Muslim, no. 1920.
[12] . Liqaaual-Baab al-Maftuuh, pertanyaan no. 1322.
[13] . Ini adalah perkataan al-Dzahabi dalam Siyar A’laam al-Nubala’: VI/12.
[14] . Lihat al-Fatwaa al-Hamawiyyah, karya Ibnu Taimiyyah, ditahqiq oleh Dr. Ahmad bin ‘Abd al-Muhsin al-Tuwaijri, hal. 187.

DO’A SYI’IR

12/24/2011 03:33:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »

Karya : Habib Ahmad bin Umar bin Smith.
BISMILLAAHIR ROKHMAANIR ROKHIIM

AAMIIN YAA ALLOH YAA ROHMAN YAA ROKHIIM * ANTAL JAWAADUL KHALIM WA ANTA NI’MAL MU’IN

Amiin yaa Alloh duh gusti kang melasi *panjenengan moho lumo aris lan mitulungi

SA-ALTUKA ROBBII SHIKHKHATAL QOLBI WALJASAD * WA ‘AFIYATAL-ABDAANI WAL-AHLI WAL WALAD

Duh Gusti kulo nyuwun sehat manah lan rogo * Lan waras badan kulo putro lan keluargo.

WA THUULA KHAYAATIN FII KAMAALISTIQOOTIN * WA KHIFDZOM MINAL-I’JAABI WALKIBRI WALKHASAD

Lan panjang umur kanthi sampurno istiqomah * karekso saking ‘ujub gumede drengki manah.

WARIZQON KHALAALAW WAASI’AN GHOIRO NAAQISHIN * YAKUUNU LANAA ‘AUNAN ‘ALAA MANHAJIR ROSYAD

Lan rizqi khalal ingkang jembar tan kekurangan * Kang mitulungi kulo ing mergi kaleresan.

WAKHAQQOKA ‘ARIFNII WAWAFFIQ ILAAHI LIL * QIYAAMI BIHI FADHLAW WAJUUDAM MA’ALMADAD

Duh gusti nyuwun ngertus dateng haq panjenengan * Sagetho njumenengi kanthi anugreg Tuan.

WA ‘ARRIFNI KHAQQOL MUSHTHOFA LILQIYAAMI BIH * ‘ALAA MAA TUKHIBBUHU WATARDHOOHU YAA SHOMAD

Lan nyuwun ngertus dateng khaqipun kanjeng Nabi * Sagetho njumenengi ingkang Tuan ridhoni.

WA ‘ARRIFNI KHQQOL MUSLIMIINA BI-ASRIHI * ‘ALAYYA WAWAFFIQ LIL QIYAAMI ‘ALAL ABAD

Lan mugi paring ngertus khaqipun tiyang islam * Sagetho njumenengi kulo dateng khaq adam.

DO’A SYI’IR

Karya : Gus Miek ( Khamim Jazuli )

BISMILLAAHIR ROKHMAANIR ROKHIIM

YAA KHALIIM YAA KHANNAN YAA MALIKU YAA MUBIN * WALAA NATHLUBU SYAI-AN ILLAA ANTA YAA MU’IIN

Duh Gusti ingkang aris asih kang angrathoni * Namung nyuwun ing Tuan dzat ingkang mitulungi.

ROBBANASTAQIM DZIKROONAA WADZIKROLGHOFILIIN * WAJMA’NAA FIL-ABROORI KHIYAARIKAL FAA-IZIIN

Duh nyuwun langgeng dzikir soho dzikrolghofilin * Mugiho kitho kempal tiyang sahe faiziin.

SYAKAUNAA KA ROBBANAA BAABA DHU’FI NAFSINAA * LI TAGHFIROLANAA GHOFFAARU WALITUKHSINANAA

Duh Gusti ngaturaken apese badan kulo * Mugi paring ngapunten lan sahe dateng kitho.

BIDAWAAMIL MA’RIFATI ADIM LIQOO-ANAA * BI KHADHROTIKA ILAAHANAA YAA ILAAHANAA

Mugiho kulo langgeng ma’rifat dateng Tuan * Tansah pinanggeh kulo dateng ngarso pangeran

SA-ALNAAKAL -ISTIQOOMATA FII TADZKKURIK * WAS TIQOOMATANAA FII TASYAKKURI NI’AMIK

Duh Gusti nyuwun langgeng emut ing panjenengan * soho tansah nyukuri sedoyo keni’matan.

YAA KARIIM YAA KARIIM AN ‘IMNAA BINI’MATIK * YAA ARKHAMAR ROOKHIMIIN IRKHAMNAA BIROKHMATIK

Duh Gusti dzat kang lumo paringo keni’matan * Duh Gusti ingkang asih paringo kawelasan.

YAA LATHIIFU YAA KHOBIIR NAJJINAA MINAL MIKHAN * YAA QOWIYYU YAA MATIIN ANJINAA MINAL-IKHAN

Duh Gusti ingkang welas kang kiyat lan waspodo * Nyuwun wilujeng saking sedoyo poncoboyo.

ROBBANAA AKHSILLANAA DZOHIROW WABATHINAA * MA’A KHUSNIDZDZONNI BIKHADHROTIKA YAA MANNAAN

Pangeran panjenengan dandosi kulo niki * lahir bathin sarono manah sahe kang suci.

YAA JALIILU BIJALAALIKA ATSBITIL-IIMAAN * ROBBANAA KHOIROL MUNZILIINA ANZILIL MINAN

Duh Gusti moho agung nyuwun tetepe Iman * Dateng kulo sedoyo paringo kanugerahan.

WA YAA ‘ALIIMU A’THI LANAA ‘ILMAMMU’MALAA * WALIRO’IYYATINAA ‘ILMAYYUDKHILAL JINAAN

Pangeran moho persho nyuwun kulo sedoyo * ‘Ilmu lan ngamal kulo dados mlebet suargo.

BIJUUDIKA YAA JAWAAD YAA WAKHIDU YAA SHOMAD * IJ’ALNAA MINAL FAA-IZIINA FAUZAN FIL-ABAD

Pangeran moho luman suci lan sinejo * Mugi kulo sedoyo dadoso tiyang bejo.

YAA SAMII’U YAA BASHIIR YAA WAAJIDU YAA AKHAD * SA-ALNAAKA NI’MATALLAATUKHSHO ANTAL MA’AAD

Duh Gusti moho mireng mirsani lan ngijeni * Nyuwun kulo ing ni’mat ingkang tanpo ngitungi.

WA ANTA SHOOKHIBU KUN FAYAKUN IDZA AROD * TA SYAI-AW WUJUDAHU ANTA MURIIDUL MUROD

Panjenengan lamun kerso wujudo nuli ono * Mboten wonten alangan panjenengan lamun kerso.

YAA GHONIYYU YAA KHAMIIDU WAYAA ROZZAAQU QOD * ROJAUNAA SALAAMATANAA FIDDAROINI FAQOTH

Duh Gusti dzat kang sugih pinuji lan ngerzeqeni * Nyuwun kulo ing slamet dunyo akhirot sami.

BI-ISMIKAL ‘ADZIIMI KHASHSHIL JAMII’A MAA QOSHOD * NAAHU MIN DZIKRIKA WATTASYAKKURI FIL -AUQOOT

Kelawan Asmo agung Tuan mugi khasil sedoyo * Sejo sagetho eleng syukur sediyo kolo.

YAA ‘ALIYYU YAA ‘ADZIIMU YAA QOHHAARU BIFADH * LIKA SALLAMTANAA MINAL-AHWAALI WAL-AAFAAT

Duh Gusti ingkang luhur agung murbo meseso * Nyuwun slamet kulo sedoyo saking poncoboyo.

YAA SALAAMU YAA SALAAM YAA QOODHIYAL KHAAJAAT * YAA ROFII’UR FA’NAA ‘INDAKA A’LADDAROJAAT

Duh Gusti ingkang paring sedoyo khajat kulo * Mugi nginggahno kulo ing drajat luhur mulo.

YAA AWWALU YAA AKHIRU SA-ALNAKA BI’AD * LIKA RIDHOO-AM MAQRUUNAM BIKHUSNIL-I’TIQOOD

Duh Gusti Awwal akhir nyuwun kulo sedoyo * Karidhon Tuan sartho baguse teqod kulo.

ROBBI ROBBAL’IZZATI QINAA MINAL MIFSIDAAT * SALLIMNAA MINAL-AHWAALI WAMINAL MUHLIKAAT

Pangeran moho luhur mugi paring pangrekso * Slamet saking sedoyo pekewuh lan pengrisak.

LAQOD KHAQQO QOULUKAL MAKTUUBU FII FURQOONIK * MAN ‘AROFAKA BIJADDIKA LAFII JANNATIK

Saestu leres dawuh Tuan wonten ing Qur’an * Sopo wonge ma’rifat mlebu suargo Tuan.

AL QUR’AN KALAAMULLOH KALAAMULLOHIL KHANNAAN * WA-ADKHILNAA BIDZAALIKA FAROODIISAL JINAN

Al qur’an dawuh Alloh Gusti kang moho welas * Mugi dadoso lantaran mlebet suargo firdaus.

YAA KHAFIIDZU YAA NASHIIR YAA WAKIILU YAA ALLOH * BAARIK LANAA WALAHUM AJMA’IN YAA ALLOH

Duh Gusti dzat kang ngrekso nulung lan kapercoyo * Mugi paringo berkah dateng kulo sedoyo

BIJAAHIN NABI SHOLLAL-ILAAHU WASALLAMAA * ‘ALAIHI WA-AALIN DAAMA WALKHAMDU LIL-AKHAD

Sholawat salam mugiho katur dateng njeng nabi * Keluargo lan sedoyo puji LILLAAHI ROBBI

SEMOGA KITA DIMASUKKAN DALAM GOLANGAN ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG DI DUNIA ATAU DI AKHIRAT KELAK BERKUMPUL BERSAMA-SAMA SALAFUSHSHOLIH ( GUS MIEK,KH AHMAD SHIDDIQ,KH ABDULKHAMID ) AMIN YAA ROBBAL’ALAMIIN…………………AL FATIHAH……..