proposal penelitian

2/15/2010 11:16:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »
PERANAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DASAR
Studi Kasus PSM Sumberagung Kecamatan Rejotanan
Kabupaten Tulungagung

PROPOSAL PENELITIAN

A. Latar Belakang Masalah
Semenjak awal, founding fathers bangsa Indonesia sudah menanamkan semangat, tekad, dan political will untuk memperjuangkan keadailan bagi seluruh warga negara. Cita-cita luhur tersebut kemudian dituangkan ke dalarn ninusan mukaddimab UUD 1945 alinea keempat. yaitu:
mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi salah sau dasar negara pada sila ke lima Pancasila, berupa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ada beberapa konstruksi yang coba ditawarkan oleh para futurolog mengenai sebutan untuk abad ini. Ada yang menyatakan bahwa abad ini adalah abad Ilmu Pergetahuan dan Teknologi. Sehingg mau tidak mau ini menuntut peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia agar bisa sejajar dengan negara lain. Kualias hidup tersebut akan tercapai bila kemampuan berfikir selalu ditumbuhkembangkan, sehingga manusia bisa berfikir kritis, kreatif cerdas, dan aktif sesuai tujuan nasional yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945.
Untuk mencapai bangsa yang cerdas harus dibentuk masyarakat yang berpendidikan. Dalam rangka mensukseskan pendidikan dalam masyarakat, tidak dapat terlepas dan orang - orang yang bertanggung jawab terhadap proses pendidikan tersebut. Meskipun yang sangat dominan dalam proses pendidikan adalah guru dan siswa, namun faktor lain pun besar pengaruhnya, misalnya faktor tanggung jawab orang tua atau keluarga. masyarakat dan pemerintah. Langeveld, menyatakan bahwa:

Pendidikan merupakan salah satu kewajiban yang pertarna bagi orang tua. Oleh karena itu maka orang tua dalam kedudukann a sebagai warga negara berhak menuntut dan pemerintab, bahkan negara menyediakan segala alat yang diperlukan untuk melaksanakan kewajiban tadi negara dan gereja harus turun tangan, atau negara sendiri hams bertindak kalau dikuatirkan hahwa gereja akan menimbulkan kerugian.

Harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan mulai disadari oleh masyarakat dan ini mendorong berbagai perhatian terhadap pelayanan pendidikan. Karena itu pendidikan sebagai upaya untuk rneningkatkan kualitas SDM sudah semestinya menjadi prioritas utama dalam pembangunan bangsa Indonesia.
Pendidikan nasional dalam konsep dan pelaksanaannya tidak bisa dilepaskan dan tujuan besar bangsa Indonesia untuk rnewujudkan suatu kehidupan masyarakat yang demokratis. Dalam masyarakat demokratis, setiap orang diakui harkat, hak, dan kewajibannya. Hal ini memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, di mana perhatian utama tidak terbatas pada perkembangan individu, melainkan individu yang hidup dengan individu lain dalam lingkungan lokal, nasional dan global.
Pada kenyataannya pendidikan bukan merupakan upaya yang sederhana, melainkan suatu kegiatan yang dinamis, dan penuh tantangan serta selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Pada saat ini pendidikan nasional paling tidak dihadapkan pada beberapa masalah yang menonjol (1) masih rendahnya pemerataan memperoleh pendidikan; (2) masih rendahnya kualitas dan re1ensi pendidikan; serta (3) masih lemahnya manajemen pendidikan.
Seringkali pendidikan menjadi fokus perahatian dan sasaran ketidakpuasan. Hal ini terjadi karena pendidikan menyangkut hajat semua orang. Karena itu pendidikan perlu perbaikan dan peningkatan sehingga relevan dengan kebutunan dan tuntutan masyarakat. Berarti sekolah sebagai organisasi yang dirancang untuk memberikan konstribusi terhadap peningkatan mutu perlu memberdayakan Komite Sekolah, sebab pada dasarnya kekuatan akselerasi peningkatan umum akan tercapai jika dibangun bersama masyarakat.
Dari sini dapat dimaklumi bahwa tanggung jawab dalam bidang pendidikan seharusnya didukung bersama antara pemerintah, masyarakat, dan para orang tua peserta didik. Kenyataannya, sampai saat ini yang lebih berperan adalah pcmerintah dan para orang tua peserta didik.
Peran pemerintah sudah banyak seperti menyelenggarakan sarana dan prasarana, ketenagaan, dan kurikulum. Peran serta orang tua peserta didik selama ini masih terbatas pada pemberian sumbangan dana (iuran BP3/Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan). Sedangkan masyarakat selama ini belum optimal berperan serta.
Perubahan paradigma pemerintahan dan sentralisasi ke desentralisasi menghendaki peran serta masyarakat untuk membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi daerah termasuk dalam bidang pendidikan. Hal ini tercantum dalam tujuan otonomi daerah yaitu memberdayakan masyarakat, meningkatkan perar serta masyarakat, termasuk dalam meningkatkan sumber dana dan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Masyarakat sebagai salah satu penanggung jawab pendidikan termasuk pendidikan dasar dapat berperan serta sebagai: (1) pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan di sekolah; (2) pendukung (supproting agency), baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah; (3) pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di sekolah; dan (4) mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di sekolah. Peran serta masyarakat (community based participation) dalam pendidikan dapat dilakukan secara perseorangan; kelompok: atau kelembagaan seperti yayasan, organisasi masyarakat, dan pihak swasta (UU RI No. 20 2003).
Beberapa kasus sekolah di Indonesia menunjukkan bahwa pemberdayaan Komite Sekolah sebagai perwakilan rnasyarakat diduga kurang tepat sehingga menimbulkan ketidakpuasan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. Jika ketidakpuasan itu tidak ditangani serius, dikhawatirkan bahwa partisipasi masyarakat membantu penyelenggaraan pendidikan menjadi semakin rendah.
Sebagai bahan bandingan. Govinda dalam laporan penelitiannya tahun 2000 “School Autonomy and Efficiensy: Some Critical Issues and Lessons” dalam Subiyanto Menjelaskan bahwa di Amerika dan Australia, peran serta orangtua dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan sangat tinggi. Hal itu paling tidak tercermin dalam pembayaran pajak masyarakat yang dialokasikan pemerintah negara bagian untuk pendidikan. Tidak heran jika orangtua dan masyarakat yang diwakili oleh lembaga-lembaga seperti Dewan Pendidikan (board of education) di tingkat kabupaten/kota atau komite sekolah (school board) di tingkat sekolah mempunyai hak gugat yang sangat tinggi dalam menentukan peningkatan kualitas pendidikan, bahkan mempunyai otoritas yang sangat tinggi pula untuk ikut memberhentikan guru dan kepala sekolah. Bagaimana dengan Indonesia?
Di Indonesia, penataan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan sebenarnya telah dilembagakan sejak 1992, yaitu dengan diterbitkannya PP Nomor 39 Tahun 1992 tentang Peran serta Masyarakat Dalam Pendidikan Nasional dan Kepmendiknas No. 044/U/2002 tentang Pembentukan Dewan Pendidikan dari Komite Sekolan. Hakikat kedua produk pemerintah itu, bahwa peran serta masyarakat berfungsi untuk ikut memelihara, menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan pendidikan nasional dan bertujuan untuk mendayagunakan kemampuan yang ada pada masyarakat seoptimal mungkin untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Ini diperteas lagi dalam item ke-4 arah kebijakan pembangunan pendidika menurut GBHN 1999-2004 yaitu: “memberdayakan lembaga pendidikan, baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pemberdayaan nilai, sikap dan kemampuan. serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Hal inilah yang mendorong untuk diadakan penelitian dengan judul “Peranan Masyarakat dalam Pendidikan Dasar : Studi Kasus di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung”.

B. Pembatasan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas perlu diadakan pembatasan masalah utama yang menjadi lingkup penelitian ini agar dalam pembahasannya tidak terjadi pembiasan atau pembahasan yang melebar. Dalam penelitian ini yang menjadi masalah utama adalah:
1) Bentuk peranan masyarakat dalarn pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.
2) Faktor-faktor yang mendukung peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.
3) Faktor-faktor yang menghambat peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.

C. Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah tersebut diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1) Bagaimanakah bentuk peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung?
2) Apakah faktor yang mendukung peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung?
3) Apakah faktor yang mcnghambat peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung?

D. Tujuan Penelitian
1) Untuk mengetahui bentuk peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung?
2) Untuk mengetahui faktor yang mendukung peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung?
3) Untuk mengetahui faktor yang menghambat peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung?

E. Kegunaan Penelitian
1) Bagi Peneliti
Untuk mengemhangkan ilmu teoritis yang telah diterima selama di bangku kuliah, kemudian, diterapkan di lokasi penelitian, sehingga peneliti dapat menganalisis dan mengumpulkan data yang dibutuhkan, sehingga dapat diketahui kerja sama antara orang tua siswa dan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa guna kepentingan ilmiah.
2) Bagi lokasi penelitian
Sebagai kerangka acuan dalam merumuskan kebijakan dalam rangka lebih meningkatkan peranan masyarakat dalam pendidikan dasar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
3) Bagi STAI Diponegoro Tulungagung
Skripsi ini bisa menambah pembendaharaan kepustakaan sebagai wujud keberhasilan proses pendidikan / akademik yang di lakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Diponegoro Tulungagung.
4) Bagi Peneliti selanjutnya yang kebetulan membaca skripsi ini
Hasil penelitian ini bisa dijadikan pijakan atau acuan untuk penelitian selanjutnya, yang lebih mendalam tentang permasalahan-permasalahan tersebut.


F. Metode Penelitian
1) Pendekatan dan Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitati. Dikatakan deskriptif karena penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sejauh mana peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.
Sedangkan alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif adalah sebagai berikut: untuk memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendasari wujud suatu gejala yang ada dalam kehidupan sosial manusia.
Sedangkan rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus. Studi kasus (case study) merupakan uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek individu, suatu kelompok, suatu organisasi (komunitas), suatu program, atau suatu situasi sosial . Penelitian ini mengungkap data bagaimana peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.
2) Kehadiran Peneliti
Penelitian ini dilakukan di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. yaitu selain peneliti sebagai pengumpul data, penganalisis data, juga sebagai pengamat dan pewawancara, serta menggunakan instrumen selain manusia, berfungsi sebagai instrumen pendukung.
Prosedur kehadiran di lapangan dalam penelitian ini dilaksanakan mengikuti tahap-tahap penelitian seperti berikut ini, yaitu (1) tahap pra lapangan, (2) tahap pekerjaan lapangan, dan (3) tahap analisis data.
3) Sumber Data Penelitian
Memperhatikan jenis penelitian tersebut. maka sumber data primer dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan tokoh masyarakat serta masyarakat yang peduli pendidikan Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Pemilihan sumber data ini berdasarkan asumsi bahwa mereklah yang ikut berperan serta dalam pendidikan dasar Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen atau bahan tetulis atau bahan kepustakaan, yakni buku-buku, artikel, jurnal ilmiah, dan koran yang membahas masalah-masalah yang relevan dengan peneitian ini. Sumber data sekunder lain adalah dokumentasi foto, segala aktifitas maupun sarana dan prasarana yang ada. yang dapat memberikan gambaran yang nyata pada aspek-aspek yang di teliti.
4) Prosedur Pengumpulan Data
Data penelitian akan dikumpulkan melalui teknik wawancara. Jenis wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara tak terstruktur atau sering disebut wawancara mendalam. Selain itu data penelitian akan dikumpulkan melaui teknik observasi partisipan dan melalui studi dokumentasi.
5) Teknik Analisis Data
Rancangan penelitian ini adalah studi kasus tunggal. Analisis data kasus tunggal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah analisis data pada satu subyek. Oleh karena data kualitatif terdiri dan kata-kata dan bukan rangkaian angka yang mana kata-kata tersebut deskripsinya memerlukan sebuah interpretasi agar makna dan kata tersebut diketahui, maka analisis data penelitian ini menggunakan dua model, yakni sebelum pengumpulan data dan selama proses pengumpulan data .

G. Sistematika Pembahasan
Penelitian skripsi yang berjudul “Peranan Masyaraat dalam Pendidikan Dasar (Studi Kasus di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung” direncanakan menggunakan sistematika pembahasan sebagai berikut.
Bab I Pendahuluan, terdiri dari: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika pembahasan.
Bab II Kajian Pustaka, dalam bab ini dijelaskan hal-hal sebagai benikut: (1) desentralisasi pendidikan terdiri dari: a) Arah perubahan paradigma pendidikan, b) peran serta masyarakat, dan c) pendayagunaan peran serta masyarakat, dan strategi pemberdayaan masyarakat, yang terdiri dari:
a) bentuk peran serta masyarakat, b) menstimulasi peran serta masyarakat, dan c) wadah peran serta masyarakat.
Bab III Metode Penelitian, dalam bab ini dijelaskan hal-hal sebagai berikut: (1) pendekatan penelitian, (2) kehadiran peneliti, (3) data dan sumber data, (4) teknik pengumpulan data, dan (5) teknik analisis data.
Bab IV Temuan Penelitian dan Pembahasan. dalam bab ini dijelaskan hal-hal sebagai berikut: (1) bentuk peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, (2) Faktor yang mendukung peranan masyarakat dalam pendidikan dasar di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung (3) hambatan-hambatan dalam peranan masyarakat dalam pendidikan di MI PSM Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.
Bab V Penutup, dalam bab ini dijelaskan kesimpulan penelitian dan saran-saran.

DAFTAR PUSTAKA


Ahmadi, Abu. 1991. PeNganTar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Bakri, Masykuri. 2001. Konsep Ibadah dan Semangat Pondok Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa. Malang: Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Depdiknas. 2000. Program Pendidikan Nasional. (http://www.depdiknas.go.id., diakses 28 Mei 2007)
Depdiknas. 2006. Dewan Pendidikan Nasional dan Komite Sekolah. (http://www.depdiknas.go.id.. diakses 2 Juni 2007).
Direktorat Pendidikan Luar Biasa. 2007. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pendidikan JnskIusif (http://www.ditplb.or.id., dakses 28 Mei 2007).
Fadjar. A. Malik. 1998. Visi Pembaruan Pendidikan Islam. Mustofa Syarif (eds.). Jakarta: LP3NI.
Subijanto. 2004. Eksistensi Komite Sekolah dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Berbasis Sekolah di Kota Mataram:. Jurnal Inovasi Pendidikan, Vol. Il Nomor 2: 1-31
Mulyana, Deddy. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: Remaja Rosdakarya
Pemerintah RI. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.
Pemerintah RI. 1992. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1992 tentang Peranserta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional. (http:I/www. Depdiknas.go.id., diakses 28 Mei 2007).
Patilima, Hamid. 2005. Metode Penelitian Kualitatif: Bandung: Alfabeta

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat-Nya, sehingga proposal ini dapat diselesaikan.
Proposal ini disusun berdasarkan tugas yang diberikan dosein Metode Penelitian. Kami berusaha menyusun proposal ini semaksimal mungkin. Namun, demikian penyusunan tetap menyadari masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu, penyusun mengharap kritikan ataupun saran yang bersifat membangun agar isi dalam pembuatan proposal selanjutnya lebih sempurna.
Harapan kami, semoga proposal ini bermanfaat bagi pembaca. Sebagai penutup kata, penyusun tidsak lupa mengucapkan terima kasih.

Rejotangan, Pebruari 2010


Penyusun


Download

Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis

2/03/2010 01:41:00 PM Edit This 0 Comments »
Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.
Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”
Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.
Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),
“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.
Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”
Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”
Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”
Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.
Pertanyaan Nabi (1):
“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”
Jawab Iblis:
“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”
Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.
Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”
Pertanyaan Nabi (2):
“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”
Jawab Iblis:
“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”
Pertanyaan Nabi (3):
“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”
Jawab Iblis:
“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.
Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”
Pertanyaan Nabi (4):
“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”
Jawab Iblis:
“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”
Pertanyaan Nabi (5):
“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:
“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.
Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”
Pertanyaan Nabi (6):
“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:
“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”
Pertanyaan Nabi (7):
“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:
“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”
Pertanyaan Nabi (8):
“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:
“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”
Pertanyaan Nabi (9):
“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”
Jawab Iblis:
“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”
Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”
Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”
Pertanyaan Nabi (10):
“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?
Jawab Iblis:
“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.
Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”
Pertanyaan Nabi (11):
“Siapa yang serupa dengan engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”
Pertanyaan Nabi (12):
“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”
Pertanyaan Nabi (13):
“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis:
“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”
Pertanyaan Nabi (14):
“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”
Jawab Iblis:
“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”
Pertanyaan Nabi (15):
“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”
Jawab Iblis:
“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”
Pertanyaan Nabi (16):
“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”
Jawab Iblis:
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”
Pertanyaan Nabi (17):
“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”
Pertanyaan Nabi (18):
“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”
Pertanyaan Nabi (19):
“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”
Pertanyaan Nabi (20):
“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”

Download