10/07/2009 01:17:00 PM Posted In Edit This 0 Comments »

{ Riya’ (Syirik Kecil) }


1. Pengertian riya’
Riya' dalam peribadatan berarti syirik kecil. Pengertiannya ialah seseorang yang melakukan ibadah tetapi bukan karena Allah, malinkan karena pamer, seperti halnya memamerkan diri agar orang lain melihat ketaqwaannya, sehingga orang – orang tersebut mau memberi harta atau kedudukan dan pangkat. Siapa saja yang melakukan riya' maka ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah SWT. dan pelakunya termasuk orang – orang tercela disisi-Nya. Hal ini disebabkan karena Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali apabila dilakukan secara ikhlas.
Didalam firmannya Allah mengecam orang – orang yang melakukan perbuatan riya’ di dalam ibadah.

فَوَيْلٌُ لِلـْمُصَلـِّيْنَ الـَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ الـَّـذِيْنَ هُمْ يُرَآءُونَ (المعون : ٤-٦
Artinya :
“maka kecelakaan bagi orang – orang yang shalat (yaitu) orang –orang yang lalai dari shalatnya, yaitu orang – orang berbuat riya’”. (QS. Al-Maa’un : 4-6)
Rosullulah Saw. bersabda :
اَتَخَوَّفُ عَلـَى ا ُمَّتِى الشِّرْكُ وَالشَّهَوَةُ الـْخَفِيَّةِ ، قِيْلَ لـَهُ : يَارَسُوْلَ اللهِ، اَتُشْرِكُ ا ُمَّتُكَ مِنْ بَعْدِكَ ؟ قَالَ نَعَمْ.اَمَّااَنَّهُمْ لاَيَعْبُدُوْنَ شَمْسًَاوَلا َقَمَرًاوَلاَحَجَرًاوَلا َاَثـَامًاوَلـَكِنْ يُرَاءُوْنَ بِا َعْمَالِهـِمْ وَالشَّهْوَةُ الـْخَفِيَّة ُ اَنْ يُصْبـِحَ اَحَدُهُمْ صَاءِمًَافـَتـَعْرِضُ لـَهُ شَهْوَةٌُ مِنْ شَهْوَاتِهِ فـَيُتْرَكُ صَوْمَهُ .رواه الامام احم
Artinya :
“Saya sangat khawatir umatku akan tertimpa dua hal yaitu perbuatan syirik dan syahwat yang samar” kemudian ada yang bertanya “wahai Rasulallah, apakah umatku akan melakukan perbuatan syirik sesudah anda ?” Rasulallah menjawab :”Benar, tetapi mereka tidaklah menyembah matahari dan bulan serta tidak pula menyembah batu atau berhala tetapi mereka melakukan riya’ didalam amal mereka.adapu syahwat yang samar ialah seseorang melakukan ibadah puasa, kemudian disuguhkan kepadanya apa yang disenanginya lalu ia meninggalka puasanya itu.( HR. Imam Ahmadi )

Rasulallah bersabda :
اِذَا جَمَعَ اللهُ عَزَّوَجَلَّ اْلاوَّلِيْنَ وَاْلاٰخِرِيْنَ لِيَوْمٍِ لاَرَيْبَ فِيْهِ يُنَا دِىمُنَادٍِى.مَنْ كَانَ اَشْرَكُ فِى عَمَلٍِ عَمِلـَهُ لِلـّٰهِ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى اَحَدًافَلـْيَطْلـُبُ ثـَوَابَهُ مِنْ عِنْدِ غَيْرِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَاءِنَّ اللهَ اَغْنَى الشُّرَكَاءَ عَنِ الشِّرْكِ. رواه احمدوالترمذي وابن ماجه
Artinya :
“Apabila tiba saatnya Allah mengumpulkan umat manusia dari yang awal sampai yang akhir di hari Kiamat, ada suara yang mengatakan, “Barang siapa yang melakukan ibadah kepada Allah agar ia dipuji oleh orang lain bukan karena ingin mendapat pahala dari Allah, maka mintailah pahala darai orang yang memujinya. Karena Allah tidak akan ikut campur terhadap perbuatan orang yang melkukan syirik”.
( HR. Imam Ahmad, Turmudzi dan ibnu Majjah )

2. Hukum riya’
Perbuatan yang dilakukan untuk memperoleh amal tanpa diiringi dengan keikhlasan dan hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain atau riya' hukumnya haram. Karena riya' dapat dikatakan perbuatan syirik.

اِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ اَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُوْ نَ ذَلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ، وَ مَنْ يُشْرِكْ بِا للهِ فَقـَدِا فْتـَرَى اِثـْمًَا عَظِيْمًَا ( النساء : ٤٨
3. Macam-macam riya’
Syirik kecil atau riya' dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :
a. Syirik Dzahir (nyata)
Syirik dzahir adalah syirik adalah syirik yang terjadi dalam kata –kata yang terucap dan perbuatan.
Misal : mengucapkan sumpah atas nama selai Allah SWT ataupun mengatakan / melakukan sesuatu kehendakseakan – akan kehendak itu terjadi karena perbuatan atau ucapan manusia. Sedangkan segala sesuatu itu terjadi hanyalah atas kehendak Allah SWT.
Menggunakan jimat juga termasuk syirik kecil yang dzahir. Banyak orang menggunakan jimat sebagai penolak bala dan penyakit. Namun jikajimat itu diyakini bisa menghilangkan bala’ maka hal ini sudah termasuk syirik besar. Karena telah bergantung kepada selain Allah SWT.
Allah SWT berfirman :
وَمَنْ تـَشَاءُوْنَ اِلا َّاَنْ يَشَآءَ اللهُ رَبُّ الـْعَلـَمِيْنَ ( التكور: ٢٩
Artinya :
“Dan tidaklah kalian berkehendak, melainkan bila Allah menghendakinya”.(QS. At-Takwir : 29)
b. Syirik Khafiy (samar)
Yang termasuk syirik khafiy atau samar yaitu riya’ (pamer/ingin dilihat amalnya) dan sum’ah (ingin popularitas). Syirik ini terjadi apabila seseorang beribadah bukan karena Allah SWT namun karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain.
Misal : seseorang sholat agar dipuji temannya, bersedakah agar disebut orang yang dermawan dll
Riya’ jika dicampuri amal, maka akan membatalakan amalan itu.
قـُلْ اِنَّمَا اَنَا بَشَرَ مِثـْلـُكـُمْ يُوْحَى اِلـَىَّ اَنَّمَا اِلـَهُكُمْ اِلـَهٌُ وَاحِدٌُ، فـَمَنْ كَانَ يَرْجُوْالِقـَاءَرَبِّهِ فـَلـْيَعْمَلْ عَمَلاًً صَالِحًَا وَلاَيُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ اَحَدًا(الكهف : ١١٠
Artinya :
“Maka barang siapa yang mengaharap pertemuan dengan Rab-Nya, maka hendaklah dia mengamalkan amalk yang shaleh dan jangan menyekutukan Rab-Nya dengan seseorang dalam beribadah. (QS. Al-Kahfi : 110)

4. Cara-cara menghindari syirik.
- Kita gunakan akal pikiran kita secara maksimal. Segala nikmat yang kita terima baik lahir maupun bathin adalah dari Tuhan YME.
Menambah wawasan dan pemahaman ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang shalih atau ulama’ dan sering mengikuti pengajian-pengajian dll.

0 komentar: